Perkerja yang mengarei nya pun barang atas meja adalah kreatifff..bukan aku madahhgh orggg madah...mun sebalit ya xmok ku nyebuttt
Salam ujong tahun
Selamat petang.lamak dah x ngabas ctok ehh..ngenjen ckit lok..alhamdulillah umur maseh panjang..dan alhamdulillah juak dapat berpindah tempat kerja agik.hehhehe berpindah randah carik pengalaman baru.paling best kerja ngan geng keras..berjumpa juak dah..
Aok pas ku kerja d Pusat jantung untok tempoh 2tahun 6bulan ahernya aku chaw dr cya.hehehe transit D tempat pilihan ati d klinik jawa..6 bulan d cya pindah ke klinik petra jaya..hahahhahaha bahagia ku mungas tempat baru.start bulan 1 2014 aku d KKPJ..so masa tok dah nak masok setahun d ctok..ada juak pahit maong..maseh okeyyy juak.. Insyallah rumah pun mok siap jua so. .
Jeles
Assalamualaikum..lamak dh ku x buka blog..baruk nak post lah tok...kehidupan aku kinek tok alhamdulillah..banyak liku2 yg perlu d tempuhi..dengan politik tempat kerja..ke busy ian aku dengan family.alhamduliilah aku bersyukur di berik peluang utk bernafas sape ari tok..serta kesihatan..aku cukup bahagia walaupun ada sekelumit rasa x best bila ngenang part kerja...bila d kenang sakit ati.. P okey lah bole gik aku bertahan walaupun hampir hilang kesabaran..bahagia dengan kehidupan yang ada kinek tok...bila anak2 depan mata..adik beradik dekat..saudara dekat sekadar masa cepat berlalu..rasa x puas utk,berehat ..sabtu minggu terlalu pendek..coz padat dengan xtvt....k lah.. Ya ajak nak d poret.mun ada lak kali 2or 3 bulan lak post agik..
merindui
aku merindukan kehidupan aku di miri!!!aku rindu dengan kawan aku d cya..aku merindukan perkerjaan aku d cya walaupun bz tapi suasana best..aku d ctok bosan dengan politik perkerjaan yang berpuak2 dan berkroni dengan bangsa mereka..argh berasa jelek dan rasa nak moha jak..suasana yg ku rasa cukup merimaskan....back stabber suma ada..kaki sabotaj..deiii ...
ALGOJO
Assalamualaikum,tok tek artikel oleh dr internet,baca jak..bukan ngenjen tok nak benar tok.

Namanya Abdallah bin Said al-Bishi. Ia mewarisi profesi ayahnya sebagai algojo pancung bagi terpidana mati di Arab Saudi. Boleh dibilang ia merupakan algojo paling masyhur. Stasiun televisi dari Libanon, LBC TV, pernah menyiarkan wawancara khusus dengan Abdallah pada 4 November 2006.
Algojo seperti Abdallah inilah yang bertugas mencabut nyawa terpidana mati, termasuk Ruyati binti Satubi, yang dipancung Sabtu pekan lalu. Jumlahnya memang tidak diketahui pasti, setidaknya ada enam algojo yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi. Abdallah ditempatkan untuk Kota Mekkah.
Abdallah memulai tugas pertamanya pada 1991, sepekan setelah ayahnya, Said al-Bishi wafat. Umurnya waktu itu 32 tahun. Ia sempat terkejut setelah beberapa pejabat dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan surat pengangkatannya sebagai algojo. Hari pertama, ia langsung memancung tiga orang.
Dengan pedang bernama “Sultan” warisan ayahnya, ia mengaku gugup saat pertama memenggal kepala orang. Pedang Sultan berbentuk melengkung seperti bulan sabit dengan panjang setengah meter. “Tiap orang sedikit gugup saat memulai pekerjaan barunya dan takut gagal,” kata Abdallah. Hingga kini, ia mengaku telah memancung lebih dari 100 kepala.
Di masa kecil, Abdallah pernah menyaksikan ayahnya memenggal kepala seorang pembunuh di depan gerbang Raja Abdul Aziz. Ia datang bersama ayahnya karena ingin melihat organ pencernaan seperti yang ia pelajari di sekolah. "Namun, yang saya lihat kepala manusia melayang, dari lehernya ada pancaran darah seperti sumur dan kemudian jatuh. Cukup dan saya tak tahan lagi,” ujarnya. Malamnya, ia susah tidur dan sekali bermimpi buruk
Sesuai syariat Islam, Saudi menerapkan hukum pancung terhadap terpidana mati kasus pembunuhan. Eksekusi bisa batal jika keluarga korban memaafkan dan pelaku diharuskan membayar diyat (uang pengganti) yang ditetapkan oleh keluarga korban.
Menurut ahli psikologi dari Kementerian Dalam Negeri Saudi, Dr Turki al-Atyan, syariat Islam memerintahkan hukuman mati dilaksanakan dengan cara dipenggal, bukan digantung atau ditembak. Ia mengungkapkan Saudi pernah menerapkan hukuman mati dengan cara ditembak.
Untuk memuluskan tugasnya, Abdallah hanya memakai pedang produksi Jowhar karena terbuat dari besi keras yang tidak mudah patah dan memang khusus untuk memancung kepala. Jowhar adalah sebuah kota kecil di Somalia, sekitar 90 kilometer sebelah utara Ibu Kota Mogadishu.
Cara memenggal pun ada dua: horizontal dan vertikal. Masing-masing memerlukan pedang khusus. Ia menyebut “Qaridha” sebagai pedang spesialis pancung dengan cara vertikal.
Ayah tiga anak ini mengaku tidak merasa berbeda saat akan memancung lelaki atau perempuan. Bahkan, ia mengaku pernah memenggal kepala teman-temannya yang menjadi terpidana mati. “Perbedaannya, kadang pria (yang akan dipenggal) tidak bisa mengendalikan kegelisahannya sehingga bingung duduk atau berdiri,” ujar Abdallah.
Selain memenggal kepala, Abdallah juga melaksanakan hukuman potong tangan atau kaki. Bedanya, kalau pancung, korban tidak dibius sama sekali, sedangkan potong tangan dibius lokal.
Ia menegaskan syarat utama menjadi algojo penggal adalah tidak boleh merasa iba terhadap orang yang akan dipancung. “Jika saya merasa iba, ia akan menderita. Bila hati ini merasa kasihan, tangan bakal gagal,” katanya.
Boleh jadi, profesi sebagai algojo pancung seperti pekerjaan turun-temurun bagi keluarga Al-Bishi. Menurut Abdallah, putra sulungnya, Badr, sudah dilatih menjadi algojo dan akan diangkat untuk bertugas di Ibu Kota Riyadh.
- Posted using BlogPress from my iPad

Namanya Abdallah bin Said al-Bishi. Ia mewarisi profesi ayahnya sebagai algojo pancung bagi terpidana mati di Arab Saudi. Boleh dibilang ia merupakan algojo paling masyhur. Stasiun televisi dari Libanon, LBC TV, pernah menyiarkan wawancara khusus dengan Abdallah pada 4 November 2006.
Algojo seperti Abdallah inilah yang bertugas mencabut nyawa terpidana mati, termasuk Ruyati binti Satubi, yang dipancung Sabtu pekan lalu. Jumlahnya memang tidak diketahui pasti, setidaknya ada enam algojo yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi. Abdallah ditempatkan untuk Kota Mekkah.
Abdallah memulai tugas pertamanya pada 1991, sepekan setelah ayahnya, Said al-Bishi wafat. Umurnya waktu itu 32 tahun. Ia sempat terkejut setelah beberapa pejabat dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan surat pengangkatannya sebagai algojo. Hari pertama, ia langsung memancung tiga orang.
Dengan pedang bernama “Sultan” warisan ayahnya, ia mengaku gugup saat pertama memenggal kepala orang. Pedang Sultan berbentuk melengkung seperti bulan sabit dengan panjang setengah meter. “Tiap orang sedikit gugup saat memulai pekerjaan barunya dan takut gagal,” kata Abdallah. Hingga kini, ia mengaku telah memancung lebih dari 100 kepala.
Di masa kecil, Abdallah pernah menyaksikan ayahnya memenggal kepala seorang pembunuh di depan gerbang Raja Abdul Aziz. Ia datang bersama ayahnya karena ingin melihat organ pencernaan seperti yang ia pelajari di sekolah. "Namun, yang saya lihat kepala manusia melayang, dari lehernya ada pancaran darah seperti sumur dan kemudian jatuh. Cukup dan saya tak tahan lagi,” ujarnya. Malamnya, ia susah tidur dan sekali bermimpi buruk
Sesuai syariat Islam, Saudi menerapkan hukum pancung terhadap terpidana mati kasus pembunuhan. Eksekusi bisa batal jika keluarga korban memaafkan dan pelaku diharuskan membayar diyat (uang pengganti) yang ditetapkan oleh keluarga korban.
Menurut ahli psikologi dari Kementerian Dalam Negeri Saudi, Dr Turki al-Atyan, syariat Islam memerintahkan hukuman mati dilaksanakan dengan cara dipenggal, bukan digantung atau ditembak. Ia mengungkapkan Saudi pernah menerapkan hukuman mati dengan cara ditembak.
Untuk memuluskan tugasnya, Abdallah hanya memakai pedang produksi Jowhar karena terbuat dari besi keras yang tidak mudah patah dan memang khusus untuk memancung kepala. Jowhar adalah sebuah kota kecil di Somalia, sekitar 90 kilometer sebelah utara Ibu Kota Mogadishu.
Cara memenggal pun ada dua: horizontal dan vertikal. Masing-masing memerlukan pedang khusus. Ia menyebut “Qaridha” sebagai pedang spesialis pancung dengan cara vertikal.
Ayah tiga anak ini mengaku tidak merasa berbeda saat akan memancung lelaki atau perempuan. Bahkan, ia mengaku pernah memenggal kepala teman-temannya yang menjadi terpidana mati. “Perbedaannya, kadang pria (yang akan dipenggal) tidak bisa mengendalikan kegelisahannya sehingga bingung duduk atau berdiri,” ujar Abdallah.
Selain memenggal kepala, Abdallah juga melaksanakan hukuman potong tangan atau kaki. Bedanya, kalau pancung, korban tidak dibius sama sekali, sedangkan potong tangan dibius lokal.
Ia menegaskan syarat utama menjadi algojo penggal adalah tidak boleh merasa iba terhadap orang yang akan dipancung. “Jika saya merasa iba, ia akan menderita. Bila hati ini merasa kasihan, tangan bakal gagal,” katanya.
Boleh jadi, profesi sebagai algojo pancung seperti pekerjaan turun-temurun bagi keluarga Al-Bishi. Menurut Abdallah, putra sulungnya, Badr, sudah dilatih menjadi algojo dan akan diangkat untuk bertugas di Ibu Kota Riyadh.
- Posted using BlogPress from my iPad
Di awal pagi toktime aku on call aku muka internet opis ku..yg dah d block suma line termasok google..aku tapau ultra surf dari umah..jeng...jeng...dapat juak ku surf internet...sambil ya ku donlod movie dr torrent..nang aju tenet kat opis yok..x rugi..aku x tauk apa line d pake hya..streamyxx kali...aku bole donload movie 701 mb 40 minit jak..nang laju...sambil nunggu donload aku google nama steve jobs.yg sinonim dgn apple..iaitu .ceo apple...baruk ku tauk nya kenak cancer...oooooopalak ku dah imagine ada ka x barang apple yg hebat 2 pastok mun nya mati...ku baca sampe abis paduhal doktor estimate nya idup 6 minggu..nang terer doktor estimate kinek tok,,dah kedak tuhan jak owwhhh..so ku baca agik ..nya nak ngeluar MASTER PIECE yg terakhir...IPAD2 and IPHONE5..kinek tok sungguh pun nya bertarung ngan kanser nya..nya ngabis masa d apple pun fasiliti..bahagian research and development...utk apple ipad2 n iphone5..nya maok MASTER PIECE yg terakhir nya tok akan dikenang sebagai ygbterhebat d abad tok...x ku nak meidoo juak ngan brg tok...alang iphone gik best...hehehe aku make brg apple...ya ku brani komen..xpa akan ku tunggu ipad2 ya..nabung .. lok..Gambar dibah tok xda kenak mengenak ngan steve job..hahaha sukati aku jak nak nempek gambar owhh..mun nak komen gambar tok komen jak

- Posted using BlogPress from my iPad

- Posted using BlogPress from my iPad
Location:STEVE JOB & APPLE,
Subscribe to:
Posts (Atom)